V-TEKI
Pasar & Ekonomi
Industri
ID
Industri · PDB kategori H

Transportasi dan Pergudangan

BPS PDB (ADHK/ADHB, deflator, PMTB, arus laut, penumpang kereta & pesawat), World Bank Pink Sheet (BBM), JISDOR BI, JDIH Kemenkeu.

Periode: 2026 Q2Data per 7 Oktober 2026

Kesehatan industri transportasi

Asli

Seluruh 8 dimensi dihitung dari data nyata: BPS (PDB, deflator, PMTB, arus laut, penumpang kereta), World Bank Pink Sheet, JISDOR BI, dan JDIH Kemenkeu.

Skor kesehatan
47.5
/ 100
Stable/Soft
Cakupan data100%

Skor dihitung dari data nyata: PDB kategori H & deflator (BPS), arus barang laut antar pulau & penumpang kereta (BPS bulanan), biaya operasional dari basket BBM & energi dunia × kurs BI, permintaan investasi dari PMTB (BPS var 108), dan aktivitas regulasi transportasi (JDIH). Ambang & bobot bersifat internal prototype — lihat dokumentasi.

Pertumbuhan Produksibobot 20%Netral
PDB kategori H (ADHK & ADHB): PDB H riil (ADHK) yoy 5,65 · PDB H nominal (ADHB) yoy 9,32
56,5
Permintaan Jasa Angkutanbobot 20%Baik
Arus barang laut & penumpang kereta (BPS, bulanan): Bongkar/muat laut antar pulau yoy 10,25 · Penumpang kereta api yoy 6,01
84,0
Kekuatan Sub-sektorbobot 10%Netral
Sebaran pertumbuhan 6 sub-sektor PDB H: Sub-sektor tumbuh positif (%) 50,00
50,0
Harga Output / Tarifbobot 10%Lemah
Deflator harga PDB kategori H (BPS): Harga output (deflator H) yoy 3,48
34,8
Biaya Operasional (BBM & Energi)bobot 10%Lemah
BBM & energi (World Bank × kurs): Indeks biaya operasional yoy 66,77 · Skor menyentuh batas bawah 0 (nilai ekstrem, bukan data hilang).
0,0
Marjin (Spread Output−Biaya)bobot 10%Lemah
Selisih pertumbuhan tarif vs biaya BBM & energi: Spread output − biaya operasional (pp) -27,68 · Skor menyentuh batas bawah 0 (nilai ekstrem, bukan data hilang).
0,0
Permintaan Investasi (PMTB)bobot 5%Baik
PDB pengeluaran — PMTB/investasi (BPS var 108): PMTB yoy 6,87
68,7
Risiko Regulasibobot 15%Netral
Aktivitas peraturan transportasi & perhubungan (JDIH): Indeks risiko (100 − aktivitas) 50,00
50,0

Arus barang & penumpang (bulanan)

Asli

Aktivitas angkutan bulanan: bongkar/muat barang angkutan laut antar pulau (5 pelabuhan utama) dan penumpang kereta api nasional.

Asli
Bongkar/muat barang laut antar pulau
Agu 2026: 8,85 juta ton (+10,3% yoy)
Asli

Sumber: BPS var 68 — pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, Makassar, Balikpapan (bongkar + muat).

Penumpang kereta api nasional
Agu 2026: 48.321 ribu penumpang (+6,0% yoy)
Asli

Sumber: BPS var 2353 — angkutan kereta api nasional (KAI/KRL), bulanan.

Kinerja sub-sektor PDB (H)

Asli

Pertumbuhan riil (ADHK, y-on-y) nilai tambah bruto PDB tiap sub-sektor — bukan pangsa/kontribusi — 2026 Q2 vs 2025 Q2.

Asli
Sub-sektorPertumbuhan riil yoyNominal yoy
1. Angkutan Rel-2,17%-2,33%
2. Angkutan Darat+8,53%+11,70%
3. Angkutan Laut+4,42%+13,63%
4. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan-0,67%-1,85%
5. Angkutan Udara-7,56%+6,71%
6. Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan; Pos dan Kurir+6,50%+7,87%

Penumpang pesawat (bandara Indonesia)

Asli

Jumlah penumpang pada keberangkatan per 2024: 82.247 ribu orang (+5,01% yoy) — indikator permintaan angkutan udara.

Asli
Keberangkatan Dalam Negeri
63,21juta orang
+0,84% yoy
Keberangkatan Luar Negeri
19,04juta orang
+21,74% yoy

Sumber baru (Okt 2026): BPS var 655 — penumpang pada keberangkatan di bandara Indonesia (tahunan, ribu orang; domestik + luar negeri). Diperbarui setahun sekali; tahun terakhir 2024.

Permintaan investasi (PMTB)

Asli

PDB pengeluaran — laju pertumbuhan investasi (PMTB), y-on-y; terbaru 2026 Q2 = +6,87%.

Asli

Sumber: BPS PDB pengeluaran, var 108 — investasi (PMTB) menggerakkan permintaan armada & infrastruktur transportasi. Perubahan terhadap kuartal yang sama tahun lalu: -0,12 pp.

Harga output & biaya operasional (BBM & energi)

Asli

Basket biaya operasional angkutan — harga dunia bulanan (World Bank Pink Sheet), periode September 2026.

September 2026
BBM & energi transportasi
Minyak mentah (rata-rata)
solar, logistik, alsintan
Asli
102US$/bbl
+53,8% yoy
Oktober 2020 – September 2026World Bank Pink Sheet
Gas alam (indeks)
LNG, pupuk, listrik
Asli
166indeks 2010=100
+72,1% yoy
Oktober 2020 – September 2026World Bank Pink Sheet
Batubara (Australia)
PLN, smelter, ekspor
Asli
147US$/ton
+38,4% yoy
Oktober 2020 – September 2026World Bank Pink Sheet

Minyak mentah = BBM (solar, avtur, bensin) moda darat/laut/udara; gas & batubara = energi & listrik kereta. Harga jasa angkutan dipantau melalui deflator PDB kategori H pada kartu indeks turunan.

Indeks turunan transportasi

Asli

Dihitung dari basket World Bank × kurs JISDOR — basis 100 = Jan 2020.

Turunan
Indeks harga output transportasi (deflator PDB H)
2026 Q2 · basis 2010 = 100 (deflator PDB)
Turunan
231,6poin indeks
+3,5% yoy
Setara 231,6% dari level 2010 (deflator PDB) (+131,6% vs basis)

indeks implisit harga PDB kategori H (BPS) — pergerakan tarif & harga jasa angkutan

Cakupan: BPS PDB indeks implisit (var 129), kuartalan

Indeks biaya operasional angkutan
Sep 2026 · basis Jan 2020 = 100
Turunan
275,2poin indeks
+66,8% yoy
Setara 275,2% dari level Jan 2020 (+175,2% vs basis)

Σ bobot × (harga × kurs ÷ basis Jan 2020) × 100; minyak mentah 60% (BBM: solar, avtur, bensin), gas alam 20% & batubara 20% (energi & listrik kereta) — US$ × JISDOR

Cakupan: 3 komponen BBM & energi × kurs Bank Indonesia

Marjin transportasi (spread output−biaya operasional)
2026 Q2 · basis selisih yoy (pp)
Turunan
-27,7pp
-35,9% yoy
Selisih pertumbuhan tarif/jasa angkutan − biaya BBM & energi (poin persentase); positif = marjin melebar.

pertumbuhan harga output (deflator H) − pertumbuhan biaya operasional (BBM & energi), dalam poin persentase (pp); positif = marjin melebar

Cakupan: kuartal dengan kedua data tersedia (biaya operasional bulanan sejak 2020)

Regulasi transportasi dipantau

Asli

Aktivitas 8 peraturan 12 bulan (indeks 50,0/100, baseline 8,0) — JDIH Kemenkeu.

Asli
Perubahan Ketiga atas Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 11/KM.7/2024 tentang Penandaan Rincian Belanja Infrastruktur Pelayanan Publik untuk Evaluasi Pemenuhan Belanja Wajib dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
2026-06-26 · Angkutan & Perhubungan
Lihat →
Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Jasa Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi dalam Rangka Dukungan Pemerintah Terhadap Kenaikan Harga Avtur yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2026
2026-04-21 · Penerbangan
Lihat →
Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Jasa Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri Kelas Ekonomi pada Periode Libur Idulfitri 1447 Hijriah yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2026
2026-02-06 · Penerbangan
Lihat →
Tarif Layanan Badan Layanan Umum Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor pada Kementerian Perhubungan
2025-12-18 · Angkutan & Perhubungan
Lihat →
Penimbunan, Pemasukan,Pengeluaran, Dan Pengangkutan Barang Kena Cukai
2025-12-18 · Angkutan & Perhubungan
Lihat →
BPS PDB (var 104/105/129/108)BPS angkutan (var 68/2353/655)World Bank Pink SheetJISDOR Bank IndonesiaJDIH Kementerian Keuangan

Profil transportasi mencakup 6 sub-sektor PDB: angkutan rel, darat, laut, sungai/danau/penyeberangan, udara, serta pergudangan/jasa penunjang/pos-kurir. Permintaan dipantau via arus barang laut antar pulau (5 pelabuhan utama) & penumpang kereta api bulanan (BPS); penumpang pesawat (bandara Indonesia, tahunan) ditampilkan sebagai informasi — data baru Okt 2026. Biaya operasional didekati basket BBM & energi dunia × kurs (bobot ilustratif). Harga output memakai deflator PDB H.

Jelajah 65 kategori PDB

Asli

Klik salah satu sektor untuk melihat tren (riwayat 2011–kini), nilai nominal, dan harga implisitnya.

2026 Q2

15. Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan

Asli

Ringkasan kinerja sektor pada 2026 Q2. Semua nilai y-on-y kecuali disebutkan lain.

Pertumbuhan riil
12,22%
PDB ADHK y-on-y
Nilai nominal
Rp 8,51 T
YoY 19,69%
Harga implisit
6,65%
laju implisit y-on-y
Indeks harga
163,48
YoY 6,65%
Tren pertumbuhan (2011–2026)
BPS · var 104
Cara membaca: pertumbuhan riil menunjukkan volume; nilai nominal dan harga implisit menunjukkan nilai uang dan harga. Ketiganya berasal dari satu keluarga data BPS sehingga konsisten (volume × harga = nilai).