Pengadaan Listrik dan Gas
BPS PDB (ADHK/ADHB & deflator), World Bank Pink Sheet (bahan bakar), JISDOR BI, JDIH Kemenkeu.
Kesehatan industri listrik & gas
AsliSeluruh 7 dimensi dihitung dari data nyata: BPS (PDB & deflator), World Bank Pink Sheet, JISDOR Bank Indonesia, dan JDIH Kemenkeu.
Skor dihitung dari data nyata: PDB kategori D & deflator harga (BPS), biaya bahan bakar pembangkit (World Bank × kurs BI), permintaan energi dari PDB nasional (driver makro), sebaran sub-sektor, dan aktivitas regulasi energi (JDIH). Ambang & bobot bersifat internal prototype — lihat dokumentasi.
Kinerja sub-sektor PDB (D)
AsliPertumbuhan riil (ADHK, y-on-y) nilai tambah bruto PDB tiap sub-sektor (2 sub) — bukan pangsa/kontribusi — 2026 Q2 vs 2025 Q2.
| Sub-sektor | Pertumbuhan riil yoy | Nominal yoy |
|---|---|---|
| 1. Ketenagalistrikan | +11,16% | +13,45% |
| 2. Pengadaan Gas dan Produksi Es | +7,12% | +12,08% |
Tenaga listrik dibangkitkan (tahunan)
AsliTotal nasional (GWh) — terbaru 2024: 343.891,8 GWh.
Sumber baru (Okt 2026): BPS var 864 — pembangkitan tenaga listrik nasional (data tahunan; rilis terbaru 2024).
Harga bahan bakar & biaya input pembangkit
AsliBahan bakar pembangkit — harga dunia bulanan (World Bank Pink Sheet), periode September 2026.
Harga jual (tarif) diatur pemerintah dan dipantau melalui deflator PDB kategori D pada kartu indeks turunan.
Indeks turunan listrik & gas
AsliDihitung dari basket World Bank × kurs JISDOR — basis 100 = Jan 2020.
indeks implisit harga PDB kategori D (BPS) — mencerminkan pergerakan tarif/harga jual sektor
Cakupan: BPS PDB indeks implisit (var 129), kuartalan
Σ bobot × (harga × kurs ÷ basis Jan 2020) × 100; batu bara 50%, gas alam 30%, minyak mentah 20% (US$ × JISDOR)
Cakupan: 3 komponen bahan bakar pembangkit × kurs Bank Indonesia
pertumbuhan harga output (deflator D) − pertumbuhan biaya input pembangkit, dalam poin persentase (pp); positif = marjin melebar
Cakupan: kuartal dengan kedua data tersedia (input bulanan sejak 2020)
Regulasi energi dipantau
AsliAktivitas 4 peraturan 12 bulan (indeks 28,6/100, baseline 7,0) — JDIH Kemenkeu.
Profil listrik & gas memakai deflator PDB kategori D sebagai proksi harga output/tarif (harga jual tidak diperdagangkan sebagai komoditas), biaya input dari bahan bakar pembangkit (batu bara, gas, minyak × kurs), dan PDB nasional sebagai driver permintaan. Tarif listrik diatur pemerintah — pergerakan harga kecil dan administratif.
Jelajah 65 kategori PDB
AsliKlik salah satu sektor untuk melihat tren (riwayat 2011–kini), nilai nominal, dan harga implisitnya.
15. Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan
AsliRingkasan kinerja sektor pada 2026 Q2. Semua nilai y-on-y kecuali disebutkan lain.
