Industri Pengolahan (Manufaktur)
BPS PDB (ADHK/ADHB) & IHPB seksi produk olahan, World Bank Pink Sheet, JISDOR BI, JDIH Kemenkeu.
Kesehatan industri manufaktur
AsliSeluruh 7 dimensi dihitung dari data nyata: BPS (PDB & IHPB), Bank Indonesia (PMI & JISDOR), World Bank Pink Sheet, dan JDIH Kemenkeu.
Skor dihitung dari data nyata: PDB kategori C (BPS), harga output dari IHPB seksi produk olahan (BPS), biaya input dari basket komoditas dunia × kurs BI, sebaran sub-sektor, sentimen manufaktur (PMI-BI), dan aktivitas regulasi industri (JDIH). Ambang & bobot bersifat internal prototype — lihat dokumentasi.
Kinerja sub-sektor PDB (C)
AsliPertumbuhan riil (ADHK, y-on-y) nilai tambah bruto PDB tiap sub-sektor (16 sub) — bukan pangsa/kontribusi — 2026 Q2 vs 2025 Q2.
| Sub-sektor | Pertumbuhan riil yoy | Nominal yoy |
|---|---|---|
| 1. Industri Batubara dan Pengilangan Migas | -3,97% | +4,97% |
| 1. Industri Makanan dan Minuman | +6,51% | +11,55% |
| 2. Industri Pengolahan Tembakau | +0,04% | -0,97% |
| 3. Industri Tekstil dan Pakaian Jadi | +6,36% | +8,64% |
| 4. Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki | +11,30% | +15,10% |
| 5. Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya | +3,98% | +7,81% |
| 6. Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman | +0,40% | +3,29% |
| 7. Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional | +4,99% | +9,97% |
| 8. Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik | -6,98% | -1,40% |
| 9. Industri Barang Galian bukan Logam | +8,80% | +10,55% |
| 10. Industri Logam Dasar | +0,69% | +9,65% |
| 11. Industri Barang Logam; Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik | +8,04% | +12,13% |
| 12. Industri Mesin dan Perlengkapan | +4,77% | +4,90% |
| 13. Industri Alat Angkutan | +5,54% | +6,71% |
| 14. Industri Furnitur | +11,82% | +14,31% |
| 15. Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan | +12,22% | +19,69% |
Indeks produksi industri besar & sedang
AsliIndeks produksi bulanan (2010=100) — terbaru Jun 2026: 167,22 (+6,0% yoy).
Sumber baru (Okt 2026): BPS var 2077 — indeks produksi bulanan industri besar & sedang (agregat "JUMLAH").
Harga bahan baku & biaya input industri
AsliBasket bahan baku & energi — harga dunia bulanan (World Bank Pink Sheet), periode September 2026.
Harga output pabrik diukur melalui IHPB BPS (seksi produk olahan) pada kartu indeks turunan — bukan harga komoditas.
Indeks turunan industri
AsliDihitung dari basket World Bank × kurs JISDOR — basis 100 = Jan 2020.
rata-rata indeks IHPB BPS seksi produk olahan (seksi 3, 4, 5) — basis resmi 2023=100; yoy dari rata-rata
Cakupan: BPS IHPB per seksi (var 2498, 2023=100) — data bulanan sejak 2025
Σ bobot × (harga × kurs ÷ basis Jan 2020) × 100; minyak mentah 18%, batu bara 15%, aluminium 12%, tembaga 12%, karet 10%, nikel 8%, bijih besi 8%, kapas 6%, kayu 6%, timah 5% × JISDOR
Cakupan: 10 komponen input (energi, logam, tekstil, kayu) × kurs Bank Indonesia
pertumbuhan harga output (IHPB olahan) − pertumbuhan biaya input, dalam poin persentase (pp); positif = marjin melebar
Cakupan: hanya bulan dengan kedua data tersedia (IHPB bulanan sejak 2025)
Regulasi industri dipantau
AsliAktivitas 8 peraturan 12 bulan (indeks 80,0/100, baseline 5,0) — JDIH Kemenkeu.
Profil manufaktur memakai PDB kategori C dan IHPB seksi produk olahan (BPS) untuk sisi harga output; sisi input memakai basket 10 komoditas dunia × kurs (energi, logam, tekstil, kayu); sentimen memakai PMI-BI. Dimensi harga implisit sebelumnya dihapus karena tumpang-tindih dengan IHPB (Okt 2026). Basket bobot ilustratif; volume produksi bulanan per sub-sektor belum tersedia.
Jelajah 65 kategori PDB
AsliKlik salah satu sektor untuk melihat tren (riwayat 2011–kini), nilai nominal, dan harga implisitnya.
15. Industri Pengolahan Lainnya; Jasa Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan
AsliRingkasan kinerja sektor pada 2026 Q2. Semua nilai y-on-y kecuali disebutkan lain.
